Minggu, 15 April 2018

‘I know how to win – but I don’t play,’ says José Mourinho after United defeat

José Mourinho said after the 1-0 defeat by bottom-of-the-table West Bromwich Albion that confirmed Manchester City as Premier League champions that he could “smell” a bad performance coming from Manchester United and that it left him questioning his players’ attitude.
Mourinho described United as “the masters in complicated football” and said they had been guilty of letting their 3-2 victory against Manchester City go to their heads, arguing that they would not be able to sustain a better challenge next season until Paul Pogba, among others, had started to show more consistency.
The United manager also gave a strong defence of his own record, listing some of his achievements with Chelsea, Real Madrid and Porto, after being asked how United could expect to overhaul Pep Guardiola’s team next season.
“I trust in my work,” he said. “I have no reason not to – eight titles and three Premier Leagues and the last Premier League was not 20 years ago. It was three years ago and I know how to win. I believe in myself but I don’t play.”
Jay Rodriguez’s second-half winner meant City securing the league title with five games to spare. “I don’t know if I was the first or second or third but I congratulated them face to face when I had the chance,” Mourinho said. “If I was in their position, I would be very upset if someone said they won because United lost against West Brom. They won because they were the best team and lost only a few points.”
Pogba was substituted after 57 minutes of United’s defeat and Mourinho did not make any attempt to conceal his unhappiness with the team’s performance and the inconsistency of his most expensive player. “Probably because I won eight championships, I was not in the moon with the victory against them [City]. It was only three points. That didn’t make me feel super happy and, in my opinion, it affected some of the people that were too happy. I have lots of experience because I won eight titles and I was not over the moon ... but I saw lots of people who were on the moon. During the week I was trying to fight that.
“With my experience you don’t titles with inconsistency. You win, of course, with quality, but with consistency in every level, not just the performance level but also the mental level. One of the things we have to improve is consistency.”

Since you’re here …

… we have a small favour to ask. More people are reading the Guardian than ever but advertising revenues across the media are falling fast. And unlike many news organisations, we haven’t put up a paywall – we want to keep our journalism as open as we can. So you can see why we need to ask for your help. The Guardian’s independent, investigative journalism takes a lot of time, money and hard work to produce. But we do it because we believe our perspective matters – because it might well be your perspective, too.
I appreciate there not being a paywall: it is more democratic for the media to be available for all and not a commodity to be purchased by a few. I’m happy to make a contribution so others with less means still have access to information.Thomasine, Sweden
If everyone who reads our reporting, who likes it, helps fund it, our future would be much more secure. For as little as $1, you can support the Guardian – and it only takes a minute. Thank you.

Neymar: PSG star keen on Manchester United move because of sudden Real Madrid decision

Neymar could leave PSG with Manchester United and Real Madrid both tipped to enter a bidding war for his services this summer.
The Brazil international is reportedly weighing up whether to leave the Parc des Princes despite only joining from Barcelona back in the summer.
United are primed to rebuild their squad with Jose Mourinho determined to reel in Manchester City at the summit next season.
And Spanish outlet Don Balon say Neymar is keen to make the move to Old Trafford.
That is supposedly because Real Madrid have cooled their interest in him.
Los Blancos have always seemed to be frontrunners in the race for Neymar’s signature.
Club president Florentino Perez is a huge admirer of the 26-year-old with interest in the player dating back to his time at Santos.
Real are expected to embark on a culling of their squad come the end of the season, with Gareth Bale and Karim Benzema likeliest to be shown the door.
But Don Balon say they are no longer pursuing Neymar as aggressively as before.
And that could pave the way for a sensational move to United.
Neymar PSG Manchester United Real MadridGETTY
Neymar: PSG star has emerged as a target for both Manchester United and Real Madrid

ESPN expert Julien Laurens says Neymar could leave PSG

 
Mourinho has insisted he will not be buying a forward this summer, with the 54-year-old content with his current options.
However, that could change amid uncertainty over the futures of Marcus Rashford and Anthony Martial.
Rashford, it has been claimed, is unhappy with his lack of starting opportunities.
And Martial, who is interesting Serie A giants Juventus, could be on the move having rejected an offer of a new contract.

Dukungan Jakmania Saat Persija Hadapi Borneo: Dari Bawah Laut Sampai Warga Asing

Persija Jakarta berhasil mengandaskan perlawanan dari Borneo FC di pekan keempat Liga 1 2018 dengan skor 2-0. Dua gol Macan Kemayoran dicetak oleh Jaimerson pada akhir babak pertama atau tepatnya pada menit ke-40.

Baca selengkapnya: https://www.indosport.com/sepakbola/20180415/dukungan-unik-jakmania-saat-persija-permalukan-borneo-fc

Di babak kedua, skuat asuhan Teco menambah satu gol lagi melalui sundulan terbang dari gelandang asal Nepal bernama Rohit Chand. Dengan kemenangan tersebut, mereka menduduki peringkat kedua sementara dengan perolehan tujuh poin. Dalam pertandingan tersebut, Persija mendapatkan dukungan dari puluhan ribu fans yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno. Tidak hanya itu, mereka juga memperoleh motivasi berlebih dari luar lapangan. Bawah Laut © INDOSPORT/Zainal Hasan Koreo The Jakmania di SUGBK. Dukungan tidak selalu harus berasal dari dalam stadion, salah satu contohnya seperti yang dilakukan oleh warganet yang memiliki akun Instagram @edikun. Ia mengunggah sebuah foto dari bawah laut, lengkap dengan simbol kebesaran The Jakmania. “Gue Anak Jakarta #iboih #sabangisland #rubiahisland #persija #jakmania,” tulis @edikun dalam sebuah foto yang ia posting sebelum pertandingan.  Jakmania Cilik © Petrus Manus Da' Yerimon/INDOSPORT Jakmania mulai berdatangan ke GBK. Karena sepakbola merupakan tontonan rakyat, siapapun dapat menyaksikan tim kesayangannya berlaga. Dalam laga Persija vs Borneo semalam (14/04/2018), beberapa potret anak kecil ini membuktikan jika Macan Kemayoran merupakan klub yang disegani semua umur, termasuk anak kecil. Turis Asing © Twitter/@persija_jkt Persija Jakarta. Animo pertandingan Persija Jakarta ternyata juga bergaung hingga ke kuping wisatawan luar negeri. Seorang netizen melalui akunnya di @sandi_pratama1928, memperlihatkan fotonya di dalam stadion GBK bersama dengan seorang pria warga negara asing. “Bule juga PERSIJA #jakmaniarepost #jakmania #persijajkt #persija,” tulisnya di kolom caption bersama dengan unggahan foto tersebut.

Baca selengkapnya: https://www.indosport.com/sepakbola/20180415/dukungan-unik-jakmania-saat-persija-permalukan-borneo-fc/turis-asing

Sabtu, 03 Januari 2015

Meneropong skema main Persija lawan Martapura FC. Lakon itu, bakal menjadi uji coba perdana skuad asuhan Rahmad Darmawan dalam persiapan menuju Liga Super Indonesia (LSI) 2015. Dan laganya, bakal dijajal Macan Kemayoran, Selasa (06/01/15).

Sebelumnya Macan Kemayoran Persija dijadwalkan akan menjajal diri saat beradu dengan Kelantan FA, Minggu (04/01/15). Laga itu gagal terlaksana akibat bencana banjir yang melanda Negeri Jiran tersebut.

Kehilangan Kelantan, klub Ibukota langsung bergerak mencari lawan latih tanding sekaligus menjadi ajang seleksi bagi tiga pemain asing, yakni Taavi Rahn, Cristian Febre dan Thierry Gathuessi.

"Kita akan uji coba pada 6 Januari melawan Martapura FC," ujar Rahmad usai latihan Persija di Lapangan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Sabtu (03/01/15), seperti dikutip dariIndosport.

Pria yang akrab disapa RD itu enggan membeberkan lokasi uji coba karena laga tersebut hanya mendapat izin dari pihak keamanan jika digelar tanpa penonton.

"Tempatnya tidak bisa saya sebutkan karena digelar tanpa penonton. Kami dapat izinnya hanya untuk pertandingan tanpa penonton," lanjut RD.

Dalam laga uji coba nanti, rencananya RD akan menerapkan taktik bertahan dan menyerang seperti biasa. Yang paling akan diutamakan adalah bagaimana anak asuhnya melakukan penguasaan bola dengan baik.

"Dalam beberapa latihan terakhir kemarin, kita terus menggeber soal taktik menyerang dan bertahan karena memang waktu kita tidak banyak untuk hal lain. Jadi cukup pada konsep menyerang dan bertahan secara general. Untuk yang spesifik baru pada konsep penguasaan bola karena saya ingin tim kuat dalam hal tersebut," pungkas pelatih berusia 48 tahun tersebut.
Hingga saat ini Persija Jakarta masih belum berhenti melirik pemain anyar untuk mengarungi Indonesia Super League 2015. Fokus utama klub ibu kota itu adalah mencari pemain asing yang tepat sebagai suksesor yang tepat Fabiano Beltrame, yang hijrah ke Arema Cronus.
Rahmad Darmawan pun sudah menyeleksi beberapa pemain asing salah satunya pemain Estonia, Taavi Rahn. Namun dari sejumlah pemain belakang impor yang telah mengikuti trial, Rahmad belum menjatuhkan pilihannya.
Bahkan kini, bakal ada wajah baru yang bersedia untuk seleksi bersama Macan Kemayoran. Dia adalah bek multi-fungsi Arema Cronus musim lalu, Thierry Gathuessi. Pemain berpaspor Prancis itu memang kini bebas klub karena tak masuk rencana Arema musim depan.
"Dia (Gathuessi) mengajukan diri dan ingin bergabung untuk trial. Seharusnya mulai latihan hari ini (2/12), namun datangnya terlambat," ungkap RD, sapaan Rahmad.
RD sendiri akan menjatuhkan pilihan soal pemain asing sebelum Trofeo Persija digelar, 11 Januari mendatang. Eks pelatih Persebaya Surabaya itu tak mau skuat timnya komplet di waktu yang mepet dengan dimulainya kompetisi.
"Saya akan memutuskan pemain asing yang memperkuat Persija, yakni sebelum Trofeo Persija digelar, 11 Januari. Kami juga tidak ingin berlama-lama," tegasnya.
Persija Jakarta tengah mempersiapkan diri jelang Indonesia Super League (ISL) musim 2015. Dua pemain asing sudah mereka datangkan yaitu bomber asal Rusia, Yevgeni Kabayev, dan gelandang Timnas Estonia, Martin Vunk. VIVAbola pun berkesempatan mengobrol langsung dengan Kabayev. Meski pemain 26 tahun itu tidak bisa menggunakan Bahasa Inggris dengan lancar, percakapan tetap berlangsung menarik. Bahkan, Kabayev sempat memberikan curahan hati colongan atau yang biasa disebut curcol kepada VIVAbola. Bahkan, top scorer Liga Estonia musim lalu saat tampil di klub Sillamae Kalev itu sempat curhat colongan soal rasa rindunya pada keluarga.
VIVAbola: Halo Kabayev, bagaimana kabar? Bisa mengobrol sebentar?
Kabayev: Baik-baik my friend (teman saya, dengan logat Rusia yang kental). Silahkan, tapi saya belum bagus Bahasa Inggris.  

VIVAbola: Bagaimana persiapan dengan Persija sejauh ini? Adakah masalah, misalnya cuaca panas Indonesia yang beda jauh dengan Rusia atau Estonia? Atau mungkin makanan?
Kabayev: Semuanya bagus, semua berjalan bagus dan lancar. Dalam latihan juga tidak ada masalah. Semua tinggal adaptasi, masih perlu waktu. Tapi, seluruh tim sangat bagus. Cuaca? Tidak ada masalah sama sekali, saya tidak suka cuaca dengan suhu minus. Saya lebih suka yang hangat seperti di Jakarta. Makanan? Saya sangat senang makanan di sini. Banyak seafood, saya sangat suka makanan laut. Di sini banyak yang enak (ucapnya sambil mengacungkan jempol).
VIVAbola: Manajemen Persija memberikan target setidaknya 20 gol di musim depan. Bagaimana? Apakah bisa penuhi target tersebut?
Kabayev: Hmm.. Kita lihat saja. Sekarang yang terpenting adalah adaptasi. Kita lihat saja ke depannya kalau semua berjalan lancar. 20 gol itu jumlah yang banyak, tapi bukan sesuatu yang mustahil.
VIVAbola: Kalau nomor punggung? Akan pilih nomor berapa?
Kabayev: Saya pilih nomor 99, sama seperti musim lalu saat saya mencetak 36 gol dalam satu musim. Semoga saja nomor 99 ini akan memberikan saya keberuntungan yang sama. Di tengah perbincangan, wajah Kabayev tiba-tiba berubah menjadi lebih serius. Pembicaraan yang tadinya menyangkut sepakbola kini melebar ke curahan hati soal keluarga kecilnya.
Kabayev: Saya baru punya anak berusia 4 bulan, sekarang di Rusia bersama ibunya. Istri saya tak bisa ke sini karena anak saya masih kecil. Rencananya, mereka akan datang saat musim panas (Juni-Juli) saat anak saya sudah agak besar. Saya sangat rindu pada mereka. Setiap saat saya skype dan berusaha bertemu dengan anak dan istri saya. (Tuturnya sambil memperlihatkan foto seorang anak mungil dari ponselnya)
VIVAbola: Apakah masalah ini membuat Anda tidak fokus dan homesick (kangen kampung halaman)?
Kabayev: Tidak. Itu tidak akan menganggu penampilan saya di lapangan. Itu adalah tantangan dalam pekerjaan saya. Saya profesional. Lagi pula mereka nanti juga akan datang ke sini. Maaf kalau wawancara ini sedikit sulit, Bahasa Inggris saya masih belum bagus, tapi saya terus belajar setiap hari. Kita bertemu 1 atau 2 bulan lagi, saya janji kita akan bicara lebih nyambung.
VIVAbola: Kalau Bahasa Indonesia bagaimana? Sudah bisa?
Kabayev: Bahasa Indonesia? Bisa tapi sedikit. Apa kabar, Selamat siang, masih belum banyak. Tapi, saya akan belajar.

[PEMBUKTIAN RUMUS sin(a+b)]